KASIH ITU TIDAK PEMARAH

Ayat bacaan: Lukas 15:11-32.

Ayat kunci: Yakobus 1:19: ”Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata dan juga lambat untuk marah”.

Dalam kisah anak yang hilang, anak sulung menjadi marah karena sambutan yang luar biasa baik yang diberikan bapanya pada saat anak bungsu bapanya yang hilang kembali kerumah. Kemarahan anak sulung ini menyebabkan dia tidak dapat melihat betapa besarnya kasih dan berkat yang bapanya telah berikan kepadanya selama ini. Kisah anak sulung ini sering terjadi dalam kehidupan anak-anak Tuhan. Kebaikan dan kasih Tuhan serta berkat dan penyertaanNya sepanjang hidup seringkali tertutup bahkan terhapus oleh karena kemarahan akibat permintaan doa yang belum dijawab atau ada hal yang buruk yang terjadi. Pada waktu kemarahan menguasai diri seseorang, orang itu tidak dapat melihat apapun yang baik karena yang ada dihati dan pikirannya hanya hal-hal yang negatif. Ilmu kedokteran mengatakan bahwa pada saat seseorang marah, enzim kortisol yang ada ditubuhnya akan berproduksi berlipat kali ganda dan enzim yang berlebihan ini dapat menyebabkan berbagai penyakit. Oleh sebab itu, kendalikan diri pada saat kemarahan muncul dengan mengambil sikap diam dan jangan simpan kemarahan itu sampai matahari terbenam.

Jangan mau dikuasai oleh kemarahan, tetapi kuasailah kemarahan dengan mengingat-ingat kebaikan Tuhan.

Melakukan Firman:
Saya mau banyak bersekutu dengan Tuhan supaya karakter Kristus termanifestasi dalam diri saya.

Deklarasi Firman:
Efesus 4:26:” Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa; janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu “.

Doa Hari Ini:
Saya berdoa agar unity dapat terjadi di dalam anak-anak Tuhan sehingga tidak ada ruang bagi roh perpecahan.

BACAAN ALKITAB: MAZMUR 109-111