HORMATI TUHAN

Ayat bacaan : Ayub 1:1-5 & 1: 22.

Ayat kunci : Yohanes 5:23: Supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barang siapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.

Ayub adalah orang yang saleh dan jujur, ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia selalu mempersembahkan korban bakaran agar kesalahan anak-anaknya diampuni Tuhan. Pada waktu iblis mengambil semua kekayaan, keluarga dan kesehatannya, Ayub tetap tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut (Ayub 1:22). Kehidupan Ayub dan apa yang Ayub lakukan menunjukkan bahwa ia adalah orang yang sangat menghormati Tuhan. Ayub mengenal Tuhan sebagai Allah yang maha besar, pencipta langit bumi beserta isinya dan berdaulat penuh atas hidupnya. Tuhanlah yang layak menerima kehormatan yang tertinggi dari hidupnya. Rasa hormat Ayub yang begitu besar kepada Tuhan, menggerakkan hati Tuhan untuk memulihkan kehidupannya dan mengembalikan apa yang iblis telah curi dari hidupnya dengan berkat yang berlipat kali ganda. Menghormati Tuhan bukan saja diukur dari rajinnya kita kegereja dan rajinnya kita pelayanan tetapi bagaimana kita menjalani hidup ini. Apakah kita sudah menggunakan waktu kita sesuai dengan kehendak Tuhan? Apakah kita menggunakan berkat Tuhan secara benar? Apakah perkataan dan perbuatan kita tidak menjadi batu sandungan? Apakah pada waktu orang melihat kehidupan kita, mereka bisa melihat suatu kehidupan yang benar sehingga nama Tuhan yang dimuliakan?

Orang yang menghormati Tuhan, pasti akan dihormati oleh manusia.

Melakukan Firman :
Saya mau menghormati Tuhan dengan menjalani hidup ini dengan benar dan sesuai dengan Firman Tuhan.

Deklarasi Firman :
Yohanes 7:18: Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri; tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.

Doa Hari Ini :
Hari ini saya akan berdoa agar setiap anggota keluarga saya semakin dekat dengan Tuhan dan berakar dalam firmanNya.

BACAAN ALKITAB: YEHEZKIEL 34-38